Ini masih seputar harta karun (tumben bu, tekun nian memanjangkan bahasan, biasax kutu loncat, he...). Pasalnya, terakhir cek si "Little Dragon", keadaannya sungguh memprihatinkan. Benar-benar lusuh, mulai kabur dan banyak sobekan. Dan sebelum ia dibumihanguskan oleh waktu, ada beberapa rekaman tinta yang perlu diselamatkan. Kutitipkan ia di sini, liris theme.
Aku terhenyak begitu melihat barang yang disodorkan adik. Oleh-oleh pulang kampung yang begitu mendebarkan. Sebuah diari dan beberapa buku tulis usang yang nyaris tak kukenali. Jika begini, memoriku kerap menyambar perkataan Nasli, suatu hari di kelas IPA, dengan nada sarkastis.
"Kamu tuh ya, gak pernah jelas catatanmu pada kemana...." Hanya bisa kubalas dengan cengengesan.
Kubawa cintaku berlari menujuMu, dengan hati perih
Kutemui belukar, kutemui duri
yang menghambatku menuju cintaMu
Lalu kutemui cintaku di jalanMu, dengan hati rindu
Manusia adalah misteri....
Bagi dirinya sendiri tatkala tak mampu lagi
menafsirkan dirinya yang lain, yang terasing
Tak mampu menerjemahkan egonya yang menjelma
dalam kebingungan dan kebimbangan
Tak mampu mengartikan laku yang tak dikenalinya,
dirinya dalam rupa yang lain.




