Katanya aku tipe "Thinking", demikian hasil salah satu alat tes teman di suatu waktu. Aku melongo dan belum percaya, "Coba ulang deh Kak, kali aja salah..." dan tes itu diulang sekali lagi dengan hati-hati. Tetep, hasilnya thinking. Oh... ye lah, bukan kata Upin Ipin, tapi gumamku dalam hati. Masih belum yakin sih, aku lebih ngerasa cenderung "Feeling" karena sesekali merasakan perasaan yang lebih mendalam dari orang kebanyakan, atau mungkin "Intuiting" yang lebih dekat ke passion-ku, punya banyak minat, pecandu kata dan anti mainstream plus cepat bosan (tapi sekalinya minat, akan didalami terus). Ya... sebenarnya sih, setiap orang punya semua potensi atau tipe kecerdasan tersebut, tapi ada yang paling dominan dalam dirinya, kebetulan hasil tes nya nunjukin aku dominan thinking. So ada apa dengan thinking?
Aku suka pelajaran bahasa Indonesia, suka menulis dan senang jika mendapat tugas menulis. Tapi, begitu tiba pada pelajaran mengarang dengan alat-alatnya seperti menentukan tema, topik, plus kerangka yang harus dikembangkan, membuat tugas mengarang terlihat sulit bagiku. Mungkin tujuannya untuk mempermudah proses penulisan, tetap saja, bagiku malah mempersempit gerak dalam menulis *ngeles mode on ^^

