![]() |
| By: Pinterest |
Tiduah Nak, biarkan malam mendekapmu, lupakan penatmu hari ini, temui esok pagi yang berseri.
Nak, hari-hari makin berwarna lalu menua, bersiaplah menghadapi segala dinamikanya, jangan tenggelam dalam euforia, jangan pupus asa oleh luka-luka. Siapkan jiwa untuk berdamai dengan semua rasa. Ya, berdamai adalah senjata yang paling murni.
Nak, mungkin bagimu rasanya hari-hari makin melelahkanmu, makin menyibukkanmu. Bersabarlah atas apa yang kau alami dan rasakan. Berlatihlah untuk kokoh dan tegar. Karena mungkin badai siap melibasmu, di depan. Pasang kuda-kuda. Siaplah jika ada luka.
Dengar, dengarkanlah petuah para tetua. Benarlah pepatah bahwa mereka telah banyak makan garam kehidupan, kenyang pengalaman, kenyang rasa sakit dan bahagia yang tak pernah menetap.
Nak, tidurlah. Dengar bisikan alam yang menyanyikan kidung penenang. Usap tangismu hari ini, lupakan rasa sakitmu, maafkan dirimu, maafkan sesama. Teruslah berlatih berdamai, dari hari ke hari.
Aku ingin kembali
Pada hati yang kurindui
Kala itu,
Beban menghimpit dari banyak sisi
Kala itu,
Hanya temaram yang memenuhi
tiap-tiap kisi
Tapi hatiku
Hati yang itu,
Masih bertaut hanya dengan-Mu
Di saat banyak tangis, doa dan putus asa
Kubawa lari menuju-Mu
Telah kusimpan semua angan. Tak bersisa karsa kecuali sedikit saja. Waktu dan kenyataan memberiku pengajaran. Banyak pengajaran. Banyak kesadaran. Bahwa, ada mimpi yang semestinya usai. Beri tanda titik di akhir cita yang pernah kau tuliskan. Tak lagi ada sambungan. Khatam, sebelum melampaui setengah pencarian.
Jika ini ramadhan terakhir, saya tidak akan menyia-nyiakannya. Ahh, bukankah seluruh ramadhan memang tak selayaknya disia-siakan...?! Dia terlalu istimewa, tak pantas diperlakukan biasa. Setiap yang beriman pasti merindukannya, rindu keberkahan dan janji bonus pahala berlipat-lipat ganda di dalamnya. Yap, inilah bulan yang mengali-lipatkan balasan atas setiap amal kebaikan. Inilah hadiah Sang Maha Pemurah atas umat Rasulullah yang sangat terbatas usianya. Usia kita, umat Nabiyullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam adalah yang paling pendek dibandingkan umat-umat sebelumnya. Dengan usia yang maksimal berkisar 63 tahunan atau paling lama usia 100-an, kesempatan beramal kita tak mampu menyaingi umat nabi-nabi terdahulu, usia nabi Nuh bahkan hampir menembus angka seribu.
Saat petang menjelang, sepeda motorku baru saja masuk kandang. Kucium bau seperti sangit, mirip bau mesiu kah...? Ah, tentu itu imajinasiku yang berkhayal tinggi, yang ada adalah mesin motor kepanasan. Hampir dua bulan tak pernah diperhatikan, dimandi pun jarang, kasihan.... Tuannya terlalu sibuk akhir-akhir ini, tak banyak peduli dengan isyarat si kuda besi yang terkadang letih digeber tiap hari. Sesekali mati mesin, masih juga diabaikan. Sabar ya, masih ada satu agenda besar pekan ini. Pfhfh...





